Konsep Algoritma #3

03.13.00 Unknown 0 Comments

Sifat Algoritma

Berdasarkan ciri algoritma yang dipaparkan Donald Knuth dan definisi algoritma, dapat disimpulkan bahwa sifat utama suatu algoritma adalah sebagai berikut:

1. Input : Suatu algoritma memiliki input atau kondisi awal sebelum dilaksanakan, bisa berupa nilai perubah yang diambil dari himpunan khusus.
2. Ouput : Suatu algoritma akan menghasilkan output setelah dilaksanakan, atau algoritma akan mengubah kondisi awal menjadi kondisi akhir, dimana nilai output diperoleh dari nilai input yang telah diproses melalui algoritma.
3. Definiteness : Langkah-langkah yang dituliskan dalam algoritma terdefinisi dengan jelas sehingga mudah dilaksanakan oleh pengguna algoritma.
4. Finiteness : Suatu algoritma harus memberi kondisi akhir atau output setelah sejumlah langkah yang terbatas jumlahnya dilakukan terhadap setiap kondisi awal atau input yang diberikan.
5. Effectiveness : Setiap langkah dalam algoritma bisa dilaksanakan dalam suatu selang waktu tertentu sehingga pada akhirnya didapatkan solusi sesuai yang diharapkan.
6. Generality : Langkah – langkah algoritma berlaku untuk setiap himpunan input yang sesuai dengan persoalan yang diberikan, tidak hanya untuk himpunan tertentu.

Agar bentuk algoritma dan proses penyusunannya dapat mulai dipahami maka berikut ini akan diuraikan proses pembuatan algoritma mulai dari bentuk yang menggunakan bahasa sehari hari, disusul penjelasan format yang dapat dijadikan acuan, dan beberapa contoh pembuatan algoritma yang mengikuti suatu format tertentu.

#Contoh :

Susun algoritma untuk mencari angka terbesar (maksimum) dari suatu kumpulan bilangan bulat yang terbatas banyaknya
Solusi => Dalam bahasa sehari hari, penyelesaian untuk masalah diatas disusun sebagai berikut:

1. Ambil satu angka pertama dan anggaplah angka pertama dalam kumpulan ini sebagai yang terbesar (maksimum).
2. Bandingkan angka maksimum ini dengan angka berikutnya dalam kumpulan. Bila angka tersebut lebih besar maka jadikanlah ia maksimum.
3. Ulangi langkah 2 ini sehingga tidak ada lagi angka yang tersisa dalam himpunan.
4. Hentikan pembandingan setelah semua angka selesai dibandingkan maka angka terbesar dalam himpunan tersebut adalah angka maksimum terakhir.

Solusi tersebut dalam bentuk simbol intruksi adalah sebagai berikut:

1. Andaikan N = banyaknya angka dalam himpunan
2. Indeks = I
3. Maksimum = angka (indeks)
4. Selama indeks > N, lakukan:
a. Bila angka (indeks) > maksimum, maka Maksimum = angka (indeks)
b. Indeks = indeks + 1
c. Ulangi lagi untuk indeks berikutnya.
5. Angka terbesar dalam himpunan adalah maksimum terakhir.

Suatu algoritma tentu dapat ditulis menggunakan bahasa sehari hari seperti contoh di atas. Namun demikian algoritma yang seperti itu masih sulit untuk diterjemahkan apabila akan diimplementasikan ke dalam suatu bahasa pemrograman komputer. Setiap algoritma tentu memerlukan langkah “peralihan” ke suatu bahasa program ketika akan dilaksanakan menggunakan pemrograman komputer. Semakin dekat bentuk algoritma itu dengan bentuk program komputer maka semakin mudah penerjemahnya. Suatu algoritma juga dapat ditulis langsung dalam bentuk “bahasa program” namun algoritma seperti itu hanya bisa digunakan untuk bahasa program tertentu dan harus diubah dan disesuaikan apabila akan diimplementasikan dengan bahasa pemrograman lain.

You Might Also Like

0 comments: